Lingkungan di Planet Mars Cocok untuk Kehidupan?

Planet Mars sudah sejak lama diduga memiliki kehidupan. Berbagai teori mengenai kehidupan yang berada di permukaan planet ini pun bermunculan. Mulai dari teori yang menyatakan bahwa di masa lalu planet ini merupakan sebuah planet yang mirip dengan bumi dan memiliki kehidupan di dalamnya hingga teori yang menyatakan bahwa di masa sekarang pun masih ada kehidupan di planet merah ini.

Berbagai penelitian dilakukan oleh ilmuwan untuk membuktikan berbagai teori tersebut. Pengiriman wahana penjelajah pun dilakukan sejak tahun 1971 oleh NASA. Wahana yang diluncurkan pertama kali adalah Mars 2 dan Mars 3, namun kedua wahana ini gagal mendarat di permukaan Mars. Wahana penjelajah Mars yang sukses pertama kali adalah Sojourner yang mendarat di permukaan Mars pada tanggal 4 Juli 1997 namun komunikasi terputus pada tanggal 27 September 1997. Beberapa wahana kemudian diluncurkan oleh NASA yaitu Spirit (mendarat dengan sukses tanggal 4 Januari 2004), Opportunity (mendarat tanggal 25 Januari 2004), dan yang terbaru adalah Curiosity (mendarat tanggal 6 Agustus 2012). Selain dari NASA, wahana milik negara selain Amerika adalah Beagle 2 yang diluncurkan oleh Britania Raya tahun 2003, namun wahana ini gagal menjalankan misinya. Saat ini yang masih aktif di Mars adalah Opportunity dan Curiosity.

Pada wahana-wahana sebelum Curiosity, Mars diindikasikan sebagai suatu planet yang sangat kering dan tandus sehingga tidak mendukung kehidupan. Namun sejak wahana Curiosity mendarat, berbagai indikasi adanya air mulai terkuak. Indikasi adanya air di planet merah ini di antaranya adalah terdapatnya jejak aliran air di Mars yang menunjukkan bahwa di masa lalu planet ini penuh dengan air seperti di Bumi.

Temuan terbaru dari wahana penjelajah Curiosity ini adalah bahwa Mars ternyata tidaklah kering seperti yang dibayangkan. Wahana ini mengebor sebuah batu yang menunjukkan bahwa terdapat air yang memiliki pH netral di dalamnya. Batu tersebut dicurigai telah terendam dalam air sebelumnya. Dari analisa yang dilakukan ditemukan berbagai macam unsur yang ditemukan di dalam batu. Di antaranya adalah sulfur, nitrogen, hidrogen, oksigen, fosfor dan karbon. Unsur-unsur kimia tersebut merupakan unsur kunci dari kehidupan. Para ilmuwan tidak mengetahui umur pasti dari batu tersebut dan bagaimana terbentuknya. Namun mereka menduga bahwa umur batuan tersebut adalah 3 miliar tahun.

“Kami telah menemukan sebuah lingkungan yang dapat dihuni yang tidak berbahaya dan mendukung kehidupan, yang mungkin jika air ini ada di sekitar dan Anda ada di planet itu, Anda mungkin bisa meminumnya,” kata John Grotzinger, ilmuwan misi wahana Curiosity.

Analisa tambahan dari sampel bor akan dilakukan pada beberapa hari ke depan. Kemudian akan dilakukan pengeboran kedua. Namun, untuk pengeboran kedua ini harus menunggu hingga bulan Mei mendatang karena komunikasi radio terhalang oleh Matahari yang berada di antara Bumi dan Mars.

Air di Planet Mars memang sudah ditemukan yang menunjukkan bahwa pada masa lalu Mars lebih basah dibanding sekarang. Namun bukti kehidupan di Mars masih belum ditemukan. Untuk mendukung kehidupan, setidaknya terdapat tiga syarat yang harus terpenuhi yaitu terdapatnya air, energi (misal Matahari), dan materi organik. Namun sejauh ini di Mars masih belum ditemukan material organik.

Keterangan gambar:

Gambar di atas adalah perbandingan batuan yang dilihat oleh wahana penjelajah NASA Opportunity dan wahana penjelajah NASA Curiosity pada dua objek yang berbeda. Sebelah kiri adalah batu “Wopmay” di Endurance Crater, Meridiani Planum yang diteliti oleh Opportunity. Sebelah kanan adalah batuan “Sheepbed” di Yellowknife Bay, Gale Crater yang dilihat oleh Curiosity. Kedua batuan terletak di lingkungan yang basah. Kredit: NASA


Referensi: Discovery NewsWikipedia


Teks dari artikel di atas memakai Lisensi CC BY-SA. Sertakan tautan postingan ini jika Anda mengutip, menyalin, mendistribusikan, dan/atau menampilkan sebagian/keseluruhan dari teks di atas.

Bagikan ke:

Tulisan Terkait