Apa Itu Lempeng Tektonik?

Lempeng tektonik dapat menjelaskan bentuk dan pergerakan muka Bumi dari masa lampau hingga masa yang akan datang, dari lautan terdalam hingga gunung tertinggi. Dikembangkan dari tahun 1950 sampai 1970-an, lempeng tektonik adalah versi modern dari pergeseran benua (continental drift), teori yang pertama kali diusulkan oleh ilmuwan Jerman, Alfred Wegener, pada tahun 1912. Wegener tidak memiliki penjelasan bagaimana benua dapat bergerak di planet ini. Sehingga tanpa ada bukti yang rinci, teori ini pun akhirnya dipinggirkan.

Lempeng tektonik merupakan sebuah teori yang menjelaskan bahwa kulit Bumi bagian luar terbagi atas beberapa lempeng yang bergerak di atas mantel Bumi, lapisan batuan di atas inti Bumi. Lempeng Bumi bertindak seperti kulit yang sangat keras dan kaku dibandingkan dengan mantel Bumi.

Lapisan-Lapisan Bumi

Lapisan-Lapisan Bumi

Bagian lapisan luar Bumi berdasarkan perbedaan mekanis dan cara terjadinya perpindahan panas dibagi menjadi lapisan litosfer dan lapisan astenosfer. Litosfer lebih dingin dan kaku dibandingkan dengan astenosfer yang lebih panas dan secara mekanik lebih lemah. Pembagian lapisan ini berbeda dengan pembagian secara kimia menjadi inti, mantel, dan kerak. Sebetulnya, mantel Bumi bisa saja menjadi bagian dari litosfer atau astenosfer pada waktu yang berbeda, tergantung dari tekanan, suhu, atau kekuatan gesernya. Nah, lempeng-lempeng tektonik ini adalah lapisan litosfer yang bergerak menumpang di atas astenosfer yang bersifat seperti fluida.

Lempeng-tektonik

Lempeng-Lempeng Tektonik

Lempeng-lempeng tersebut memiliki ketebalan sekitar 100 km yang terdiri atas mantel litosferik dan dilapisi dengan material kerak. Di setiap pertemuan antar lempeng umumnya sering terjadi gempa bumi dan pembentukan kenampakan topografis, seperti gunung dan palung. Banyak gunung berapi aktif yang berada di atas pertemuan lempeng tersebut, seperti Cincin Api (Ring of Fire) yang mengelilingi Samudra Pasifik.

Batas-Batas Lempeng

Batas lempeng terdiri atas tiga jenis, yaitu batas konvergen (convergent boundaries), batas divergen (divergent boundaries), dan batas transform (transform boundaries).

Batas konvergen terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain dan membentuk zona subduksi dan tabrakan benua. Zona subduksi terjadi jika salah satu lempeng bergerak di bawah lempeng lainnya, dan tabrakan benua terjadi jika kedua lempeng mengandung kerak benua.

Batas divergen terjadi jika dua lempeng bergerak menjauhi satu sama lain dan membentuk zona retakan dan punggung tengah samudra (mid oceanic ridge).

Batas transform terjadi jika terjadi gesekan menyamping antar lempeng di sepanjang sesar transform. Contoh dari sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas.

Untuk lebih jelasnya mengenai ketiga jenis batas ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Batas Lempeng Tektonik

Batas Lempeng Tektonik

Bentuk Muka Bumi Masa Lampau

Berkat lempeng tektonik, dengan petunjuk pada batuan dan fosil, geosaintis dapat merekonstruksi kembali sejarah masa lalu benua Bumi. Kebanyakan peneliti berpendapat bahwa lempeng tektonik dimulai sekitar tiga miliar tahun yang lalu berdasarkan magma kuno dan mineral yang terawetkan dalam batuan dari periode itu.

Benua-benua di Bumi ini saling berdesak-desakan dan kadang-kadang membentuk sebuah superbenua (supercontinent). Salah satu superbenua pada awal pembentukan Bumi adalah Rodinia yang terbentuk sekitar 1 miliar tahun yang lalu. Superbenua ini akhirnya terpecah dan membentuk 8 benua sekitar 600 juta tahun yang lalu. Delapan benua ini akhirnya bersatu kembali membentuk sebuah superbenua yang disebut Pangaea yang terbentuk sekitar 300 juta tahun lalu. Superbenua ini akhirnya terpecah kembali membentuk Laurasia (yang membentuk Amerika Utara dan Eurasia) dan Gondwana.

Dari Kiri: Rodinia, Pangaea, Laurasia dan Gondwana

Dari Kiri: Rodinia, Pangaea, Laurasia dan Gondwana


Sumber: LiveScienceWikipedia



Teks dari artikel di atas memakai Lisensi CC BY-SA. Sertakan tautan postingan ini jika Anda mengutip, menyalin, mendistribusikan, dan/atau menampilkan sebagian/keseluruhan dari teks di atas.

Bagikan ke:

Tulisan Terkait