Ada “Kacang” di Pusat Galaksi Kita

galactic-peanut-670x440-130912Saat ini kita mungkin menyadari bahwa lubang hitam supermasif bersembunyi di pusat galaksi kita, galaksi Bimasakti, yang berjarak sekitar 27.000 tahun cahaya. Tapi Anda mungkin tidak mengetahui bahwa ada juga “Kacang” supermasif yang bersembunyi di sana.

“Kacang” ini adalah suatu bentuk dari tonjolan di pusat galaksi yang ditemukan setelah pemetaan yang dilakukan oleh kelompok astronomi menggunakan data publik yang tersedia dari European Southern Observatory (ESO) menggunakan teleskop Visible and Infrared Survey Telescope for Astronomy (VISTA).

Tonjolan di pusat galaksi kita berisi sekitar 10 miliar bintang dan memiliki rentang ribuan tahun cahaya. Namun, karena debu yang menutupi dan gas bercampur dengan kumpulan bintang, bentuk keseluruhan dari tonjolan tersebut kurang dipahami. Data sebelumnya dari proyek Two Micron All Sky Survey (2MASS) menunjukkan tonjolan pusat galaksi berbentuk X, mirip dengan galaksi lain yang diamati di alam semesta. Akan tetapi dengan menggunakan data inframerah resolusi tinggi dari VISTA, gambaran yang lebih baik dari bentuk tonjolan telah terpetakan.

Dengan berfokus pada 2 juta bintang raksasa merah yang sifat-sifatnya telah dipahami dengan baik, maka dapat dihitung jaraknya dengan tepat. Sehingga sebuah model 3 dimensi dari tonjolan di pusat galaksi dapat disusun.

“Kami menemukan bahwa wilayah bagian dalam galaksi kita memiliki bentuk kacang di kulitnya yangdilihat dari samping, dan sebuah bar yang memanjang dari atas,” kata Ortwin Gerhard, pemimpin dari Dynamics Group di Institut Max Planck untuk Fisika Extraterrestrial (MPE) di Garching, Jerman.

Tim astronomi kedua yang dipimpin oleh Sergio Vasquez dari Universitas Katolik Pontifical, Santiago, Chili mengambil metode yang berbeda untuk memperoleh hasil yang sama. Mereka membandingkan gambar dari tonjolan pusat galaksi yang memiliki rentang waktu sebelas tahun menggunakan teleskop MPG/ESO 2.2-metre.

Kedua kelompok astronomi ini percaya bahwa pusat galaksi pada mulanya berbetuk cakram datar yang berisi bintang-bintang. Tetapi lama-kelamaan menjadi melengkung dan terlihat seperti kacang pada saat ini.


Rujukan: Discovery News



Teks dari artikel di atas memakai Lisensi CC BY-SA. Sertakan tautan postingan ini jika Anda mengutip, menyalin, mendistribusikan, dan/atau menampilkan sebagian/keseluruhan dari teks di atas.

Bagikan ke:

Tulisan Terkait