5 Hal yang Perlu Diketahui dari Komet ISON

Seperti yang diketahui, komet sangat jarang mengunjungi Bumi, ia hanya dapat terlihat dengan mata ketika telah memasuki tata surya bagian dalam. Kesempatan ini merupakan waktu yang tepat untuk mempelajari materi murni yang diyakini telah ada semenjak awal pembentukan tata surya. Sehingga para ilmuwan dan astronom sangat bersemangat menunggu kedatangan komet ISON beberapa bulan mendatang. ISON merupakan akronim dari International Scientific Optical Network yang terletak dekat Kislodvosk, Rusia tempat di mana ditemukannya komet ini. Komet ini kemungkinan berasal dari awan Oort yang terletak 50.000 kali lebih jauh dari jarak Matahari ke Bumi. Diperkirakan komet ini akan melintas dekat dengan Matahari pada tanggal 28 November mendatang.

Berikut ini adalah 5 hal yang perlu diketahui mengenai komet ISON:

1. Seberapa terang?

Teka-teki mengenai seberapa terang komet ini telah ada semenjak ditemukan pada September 2012 oleh dua orang astronom Rusia, bahwa ISON sangat terang, mengingat jarak pada saat ditemukan itu masih sangat jauh melampaui orbit Jupiter. Hal itu menyebabkan beberapa ilmuwan memprediksi bahwa komet ISON mungkin begitu cerah saat mendekati Bumi, bahkan menurut prediksi akan terlihat juga pada siang hari.

ISON_1Selama beberapa bulan terakhir ini, komet ISON tidak membuktikan prediksi dari beberapa ilmuwan tersebut. Komet ini belum mencapai tingkat kecerahan seperti yang diprediksi, mungkin karena memiliki volatilitas yang kecil sehingga dapat dengan mudah menguap terkena Matahari, atau mungkin memiliki ukuran yang lebih kecil dari yang diharapkan, atau mungkin terbuat dari material yang berbeda.

Minggu ini, komet ISON telah mencapai jarak 6,5 juta kilometer dari Mars, namun masih terlalu redup ketika dilihat oleh penjelajah Mars, Curiosity, milik NASA. Tetapi, kamera HiRISE yang berada di Mars Reconaissance Orbiter (MRO) berhasil mengambil citra komet ini.

2. Seberapa besar?

Pada bulan Mei, para ilmuwan terkejut ketika hasil pengamatan Teleskop Luar Angkasa Hubble menunjukkan inti komet ISON yang tampaknya hanya memiliki diameter tidak lebih dari tiga sampai empat mil tidak seperti yang diharapkan sebelumnya.

“Sejak komet itu begitu cerah dan begitu aktif, para ilmuwan berasumsi bahwa ia memiliki inti yang besar. Hubble menemukan bahwa diameter koma, atau kepala komet, sekitar 3100 mil dan panjang ekornya lebih dari 57.000 mil,” tulis NASA di linimasa perjalanan komet.

ISON_2Pengamatan Hubble lainnya yang diharapkan pada bulan ini akan memeriksa ukuran inti komet lagi. Pada 10 Oktober, komet ISON yang seharusnya sudah cukup dekat dengan matahari, sehingga perangkat wide-angle yang digunakan untuk pencitraan Matahari milik NASA, Solar Terrestrial Relations Observatorium, STEREO-A, juga harus mampu mendapatkan penampakan komet ini juga. Pada saat itu komet ISON akan berada pada jarak 94,5 juta mil dari Matahari. Pada bulan November, komet harus berada dalam jangkauan pesawat ruang angkasa MESSENGER milik NASA yang mengorbit Merkurius.

3. Kapan dapat dilihat?

Meskipun prediksi awal komet yang mengatakan bahwa komet ini sangat cerah melebihi cahaya bulan purnama tampaknya tidak mungkin terjadi, komet ini masih akan terlihat sangat jelas di langit malam. Hal itu akan terjadi jika ia mampu bertahan dari Matahari.

ISON_3Pada awal Desember, komet ini diharapkan akan terlihat di belahan bumi utara pada pagi hari. Komet ini berada di cakrawala sebelah timur-tenggara, tanpa menggunkaan teleskop/teropong. Sebulan kemudian, komet akan terlihat sepanjang malam.

4. Apakah Matahari akan menghancurkan komet ISON?

Delapan minggu ke depan merupakan masa kritis untuk komet ini. Pada 28 November, komet ISON akan melalui sekitar 680.000 mil di atas permukaan matahari. Pertemuan antara komet ini dengan Matahari akan dapat mematikannya. Radiasi matahari akan mendidihkan air dan bahan yang mudah menguap di komet ISON. Tekanan gravitasi akan menjadi ekstrim.

Komet Lovejoy

Komet Lovejoy

Banyak komet dengan jalur yang membawa mereka dekat dengan Matahari tidak akan bertahan. Komet Lovejoy (di gambar), yang berada di posisi terdekat dengan Matahari pada 15 Desember 2011 lalu mungkin sebuah pegecualian yang sangat langka karena ia bisa selamat dari upaya “bunuh diri” yang dilakukannya. Jika komet ISON berhasil melaluinya, ia akan berada sekitar 40 juta mil dari Bumi pada 26 Desember mendatang.

5. Apakah komet ISON akan datang lagi?

Walaupun komet ISON nanti dapat bertahan dari radiasi Matahari, mungkin perjalanannya di tata surya akan berakhir. “Orbit ISON ini menunjukkan bahwa ia memiliki cukup momentum untuk melepaskan diri dari tata surya sepenuhnya, dan tidak akan pernah kembali,” ujar NASA dalam sebuah laporan.

ISON_4Para ilmuwan memperkirakan komet ISON mengawali perjalanannya dari awan Oort, kumpulan benda-benda beku yang mengorbit jauh melebihi Neptunus, sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Update

Pada Kamis 28 November 2013 pukul 18.35 GMT atau Jum’at dini hari waktu Indonesia, Komet ISON berada di titik terdekatnya dengan Matahari. Teleskop melihat komet tersebut menghilang di balik Matahari. Para astronom pun mencari sisa-sisa komet tersebut namun tak menemukan apapun. Pada pukul 21.30 GMT, para ahli Badan Antariksa Eropa (ESA) menyatakan bahwa komet ini telah mati. Begitu juga dengan NASA yang menyatakan bahwa ‘komet abad ini’ telah mati.

Belakangan sejumlah astronom NASA meyakini bahwa komet ISON — atau setidaknya bagian dari komet itu — belum mati. Para astronom meyakini bahwa beberapa bagian kecil dari inti komet dapat selamat dari radiasi Matahari.

Hingga beberapa jam kemudian, komet itu muncul kembali dan mulai memendarkan cahaya sehingga membuatnya memiliki julukan baru ‘komet zombie’. Meskipun dinyatakan selamat, komet ISON menjadi jauh lebih kecil dari ukuran semula dan terlihat lebih redup.

Namun kehidupan komet ISON harus berakhir (lagi). Komet itu mati karena tercengkram oleh badai Matahari. Pada 30 November 2013, yang terlihat dari citra hanya tinggal debu tanpa inti komet (nukleus). Sehingga kita tidak dapat melihatnya pada Desember ini. Selamat tinggal komet ISON!.

Berikut ini adalah animasi perjalanan komet saat mendekati Matahari berdasarkan citra dari SOHO (Solar and Heliospheric Observatory) dan LASCO (Large Angle and Spectrometric Coronagraph).


Rujukan: Discovery News dan NASA, Gambar-gambar di atas berasal dari NASA dan berada di domain publik.



Teks dari artikel di atas memakai Lisensi CC BY-SA. Sertakan tautan postingan ini jika Anda mengutip, menyalin, mendistribusikan, dan/atau menampilkan sebagian/keseluruhan dari teks di atas.

Bagikan ke:

Tulisan Terbaru