Wow, Burung Ini Terbang Selama 6 Bulan Tanpa Henti

Burung-AlpinePara ilmuwan telah lama menduga bahwa burung walet Alpine — burung yang memiliki lebar sayap 22 inci (57 cm) dan panjang tubuh sekitar 8 inci (20 cm) — menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam penerbangan berdasarkan hasil observasi lapangan dan data radar yang dikumpulkan selama migrasi. Namun, selama ini para peneliti belum mengetahui berapa lama burung ini dapat terbang tanpa istirahat.

Para peneliti dari Swiss Ornithological Institute dan Bern University of Applied Sciences telah mengumpulkan data yang menunjukkan yang menunjukkan bahwa burung-burung yang melakukan migrasi hanya beristirahat sebentar atau tidak beristirahat sama sekali. Burung-burung ini melakukan migrasi dari tempat mereka berkembang biak (breeding) di Swiss ke Afrika Barat saat musim dingin setiap tahunnya.

Untuk mengumpulkan data tersebut, para peneliti melengkapi enam burung dengan suatu sensor kecil dan dari sensor itu dapat diketahui percepatan dan cahaya lingkungannya selama siklus migrasi dalam setahun yang dimulai dan diakhiri di Swiss. Hanya tiga dari enam burung tersebut yang ditangkap kembali setahun berikutnya.

Sensor yang digunakan untuk meneliti burung.

Sensor yang digunakan untuk meneliti burung.

Para ilmuwan menganalisa pola percepatan burung tersebut untuk menentukan kapan burung mengepakkan sayap ketika terbang dan kapan beristirahat. Satu-satunya periode di mana mereka beristirahat adalah periode breeding di Swiss. Burung-burung tersebut tampaknya mengepakkan sayap dan meluncur tanpa henti selama periode non-breeding di sub-Sahara Afrika Barat.

“Pola aktivitas mereka mengungkapkan bahwa mereka dapat tinggal di udara terus-menerus selama periode non-breeding mereka di Afrika dan harus mampu bertahan ketika di udara,” tulis para ilmuwan tersebut dalam laporannya.

Untuk saat ini binatang yang tahan lama selama migrasi hanya untuk binatang yang hidup di laut. Migrasi hewan laut, termasuk paus dan berbagai spesies ikan, mengeluarkan energi yang lebih sedikit dibandingkan burung, karena mereka mengandalkan sebagian energi yang diperlukan pada daya apung.

Burung mengeluarkan banyak energi selama terbang, tetapi walet Alpine tidak perlu berhenti untuk makan, karena mereka memakan makanan yang tersedia di udara yang biasa disebut plankton udara — seperti halnya plankton yang ada di laut yang mencakup berbagai bakteri kecil, jamur, biji, spora, dan serangga kecil yang terjebak dalam aliran udara.

Apakah burung-burung tersebut tidur atau tidak belum diketahui secara pasti, meskipun diketahui dari data bahwa pergerakan mereka sedikit menurun yang menunjukkan mereka butuh sedikit istirahat di udara. Namun, karena kurangnya periode istirahat tersebut menunjukkan bahwa mereka tidak membutuhkan banyak tidur pada migrasi mereka.

Selanjutnya, tim peneliti tersebut berharap dapat menentukan penyebab yang bertanggung jawab terhadap perilaku yang mereka anggap luar biasa tersebut.


Sumber: LiveScience, gambar yang ada di artikel ini memiliki hak cipta dan digunakan di sini hanya sebatas penggunaan wajar (fairuse)



Teks dari artikel di atas memakai Lisensi CC BY-SA. Sertakan tautan postingan ini jika Anda mengutip, menyalin, mendistribusikan, dan/atau menampilkan sebagian/keseluruhan dari teks di atas.

Bagikan ke:

Tulisan Terkait