Inilah 5 Fakta Sains Terbaik Tahun 2013

Tahun 2013 sudah terlewati, sekarang kita sudah memasuki tahun 2014. Mari kita menengok kembali apa yang telah terjadi di tahun 2013 khususnya bidang sains. Berbagai macam usaha para ilmuwan untuk menyelusuri alam semesta ini telah dilakukan di tahun 2013. Mulai dari eksplorasi planet Mars, penemuan fisikawan terhadap partikel baru, penemuan air kuno, hingga penelitian terhadap keadaan Bumi sendiri telah dilakukan. Nah, apa saja fakta-fakta sains yang terbaik pada tahun 2013 ini? Berikut daftar 5 fakta sains terbaik versi anashir.com.

1. “Partikel Tuhan” berhasil dikonfirmasi

ATLAS-discoverySetelah beberapa rumor dan spekulasi yang berkembang selama berbulan-bulan, fisikawan akhirnya mengumumkan bahwa partikel yang ditemukan pada 4 Juli 2012 lalu adalah Higgs Boson atau yang dikenal dengan “Partikel Tuhan”. Konfirmasi mengenai partikel ini diumumkan pada tanggal 14 Maret 2013. Sebelumnya, dua kelompok penelitian, ATLAS dan CMS,  yang berjumlah 3000 ilmuwan, berhasil mengekstrak partikel Higgs dari miliaran tumbukan di LHC. Penumbuk partikel milik CERN, LHC (Large Hadron Collider), mungkin merupakan mesin terbesar dan paling kompleks yang pernah dibuat oleh manusia.

Teori mengenai “Partikel Tuhan” ini telah diusulkan sejak tahun 1964 oleh François Englert dan Peter W. Higgs. Teori yang  diusulkan oleh Englert dan Higgs menjelaskan mengenai bagaimana partikel memperoleh massa. Berkat teori tersebut, Englert dan Higgs mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 2013.

2. Penemuan air berumur miliaran tahun

Air yang ditemukan di sebuah tambang 3,2 kilometer di bawah permukaan tanah telah mengejutkan para peneliti karena air tersebut telah berusia 2,6 miliar tahun. Sebuah sampel dari sebuah tambang yang terletak di Ontario tersebut lebih tua dari kehidupan multiseluler. Penelitian ini diumumkan pada bulan Mei 2013 lalu.

Bagaimanakah rasa air tertua ini? “Rasanya sangat mengerikan,” ujar Barbara Sherwood Lollar pemimpin peneliti dari Universitas Toronto. Lollar melanjutkan bahwa rasa air ini lebih asin dari air laut, hal itu terjadi karena air telah berinteraksi dengan batuan di sekitarnya. Air juga lebih kental daripada air keran yang biasa kita gunakan sehari-hari. Ketika air itu keluar dari tanah, mineral yang dikandungnya terutama besi akan bereaksi dengan oksigen di udara sehingga mengubah warna air itu menjadi oranye. “Anda pasti tidak mau meminumnya,” ujarnya.

3. Mars terbukti pernah basah

Hottah-MarsBukti bahwa air cair pernah ada di planet Mars telah menemui titik terang semenjak wahana penjelajah Mars Curiosity mengebor sebuah batu yang menunjukkan bahwa terdapat air yang memiliki pH netral di dalamnya. Batu tersebut dicurigai telah terendam dalam air sebelumnya. Dari analisa yang dilakukan ditemukan berbagai macam unsur yang ditemukan di dalam batu. Di antaranya adalah sulfur, nitrogen, hidrogen, oksigen, fosfor dan karbon. Unsur-unsur kimia tersebut merupakan unsur kunci dari kehidupan.

4. Pesawat luar angkasa Tiongkok berhasil mendarat di Bulan

Pada tanggal 14 Desember, Tiongkok berhasil mendaratkan pesawat luar angkasanya Chang’e 3 di Bulan. Pesawat ruang angkasa ini membawa robot penjelajah Bulan, Yutu, yang sekarang sedang menjelajahi sebuah tempat di belahan utara Bulan yang disebut “Bay of Rainbows” atau “Sinus Iridium” dalam bahasa Latin. Misi Yutu diperkirakan akan berlangsung selama 12 bulan.

Sebuah prestasi bersejarah yang berhasil diraih Tiongkok ini membuatnya menjadi negara ketiga yang berhasil mendaratkan pesawatnya  dengan mulus di Bulan setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet. Pendaratan dengan mulus berarti bahwa pesawat dan isinya utuh tidak rusak.

5. Penemuan tempat terdingin di Bumi

Terdingin-di-Bumi1Para ilmuwan berhasil menemukan tempat terdingin di planet ini. Ya, sudah pasti tempat itu berada di Antartika. Tempat terdingin itu berada di antara dua puncak di dataran tinggi Antartika Timur. Titik terdingin tersebut berada di sepanjang punggung bukit es yang tinggi antara Dome Argus dan Dome Fuji. Suhu yang tercatat mencapai -136 derajat Fahrenheit (-93,2 derajat Celcius).Suhu terendah tercatat pada 10 Agustus 2010 ketika salju di permukaan tempat tersebut lebih dingin daripada es kering. Penelitian ini diumumkan pada 9 Desember 2013 saat pertemuan tahunan American Geophysical Union.


Sumber: LiveScience, Gambar kemungkinan memiliki hak cipta



Teks dari artikel di atas memakai Lisensi CC BY-SA. Sertakan tautan postingan ini jika Anda mengutip, menyalin, mendistribusikan, dan/atau menampilkan sebagian/keseluruhan dari teks di atas.

Bagikan ke:

Tulisan Terkait