Air Ditemukan di Planet Katai Ceres

Ceres, sebuah planet katai (kerdil) yang juga merupakan asteroid terbesar di tata surya terletak di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Periode orbit benda langit ini adalah 4,6 tahun dalam satu kali memutari Matahari. Ceres adalah satu-satunya planet katai yang terletak di bagian dalam tata surya. Para ilmuwan telah menduga keberadaan air di Ceres sehingga banyak dilakukan studi untuk membuktikannya.

Ilustrasi Ceres yang menyemburkan uap air Kredit: IMCCE-Observatoire de Paris/CNRS/Y.Gominet, B. Carry

Ilustrasi Ceres yang menyemburkan uap air
Kredit: IMCCE-Observatoire de Paris/CNRS/Y.Gominet, B. Carry

Pada awal tahun 2014 ini para ilmuwan telah menemui titik terang tentang keberadaan air di Ceres. Menggunakan observatorium luar angkasa Herschel milik ESA (European Space Agency), para ilmuwan mendeteksi uap air dari dua tempat di Ceres. Air tersebut terdeteksi dalam bentuk uap yang membumbung tinggi hingga ke luar angkasa. Penyebab uap yang membumbung tinggi itu kemungkinan berasal dari gunung berapi yang meletus dengan lapisan salju di permukaannya.

“Ini merupakan deteksi pertama yang terlihat sangat jelas di Ceres dan di sabuk Asteroid secara umum,” kata Michael Kuppers, pemimpin studi pada 22 Januari di jurnal Nature.

Para peneliti yang dipimpin oleh Kuppers menggunakan spektrometer di observatorium Herschel untuk mendeteksi adanya air. Tim ini menemukan bahwa Ceres memproduksi sekitar  2×10^26 molekul, atau 6 kilogram uap air per detik dari permukaannya.

Sumber uap itu kemungkinan berasal dari air di gunung api salju, di mana gunung ini mengeluarkan material berupa uap air dan bukan berupa batuan cair. Kemungkinan lain adalah es yang ada di permukaan Ceres menyublim atau berubah langsung dari bentuk padat ke gas tanpa proses pencairan, mirip dengan proses yang terjadi pada komet.

Pesawat luar angkasa Dawn milik NASA akan sampai di sekitar orbit Ceres pada awal tahun 2015 dan diharapkan dapat menjawab tentang keberadaan air di Ceres. Baru-baru ini Dawn telah mencapai asteroid Vesta, sebuah dunia “panggang” yang permukaannya diselimuti oleh gunung berapi.

“Salah satu pertanyaan yang paling membingungkan tentang asal-usul dan evolusi asteroid adalah mengapa Vesta dan Ceres sangat berbeda,” tulis Humberto Campins dan Christine Comfort di sebuah edisi yang sama di jurnal Nature.

Uap air dapat mengangkut banyak panas, sehingga ketika Ceres terbentuk 4,6 miliar tahun lalu, sublimasi es menjadi uap mungkin telah menghilangkan panasnya ke luar angkasa. Itulah kemungkinan yang menyebabkan Vesta dan Ceres sangat berbeda. “Inilah yang membuat Ceres berakhir dengan permukaan beku dan berbeda dari Vesta,” tulis Campins dan Comfort lagi.


Referensi: SPACE.com



Teks dari artikel di atas memakai Lisensi CC BY-SA. Sertakan tautan postingan ini jika Anda mengutip, menyalin, mendistribusikan, dan/atau menampilkan sebagian/keseluruhan dari teks di atas.

Bagikan ke:

Tulisan Terkait